Cara Penanganan Alat Ukur

penanganan-alat-ukurPenanganan alat ukur pada suatu proses industri merupakan hal yang sangat penting. Prinsipnya sebenarnya sangatlah sederhana, jika penanganan tersebut salah, maka dapat terjadi kerusakan atau perubahan fungsi pada alat ukur tersebut, dan jika hal tersebut terjadi maka perusahaan akan mengeluarkan biaya lagi baik itu untuk perbaikan ataupun penggantian.

Banyak sekali kasus di lapangan terjadi yang sebenarnya masalah yang sepele misalnya pada proses kalibrasi pressure gauge dimana pressure gauge yang akan dikalibrasi tidak dibersihkan terlebih dahulu sehingga kotoran dari pressure gauge tersebut masuk kedalam pressure pump sehingga lama-lama menyebabkan kerusakan pada pressure pump tersebut, dan beberapa kasus lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas, maka kita perlu melakukan penanganan alat ukur dengan benar, apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan ?

1. Identifikasi secara jelas setiap unit alat ukur tersebut, informasi paling tidak memuat nama alat, merk, tipe, akurasi, resolusi, nomor aset, dan dimana alat tersebut digunakan. History pembelian juga harus kita rekam misalnya tahun berapa alat tersebut dibeli, serta dari suplier mana, hal ini merupakan hal yang sepele namun akan menjadi sangat penting jika suatu saat terjadi masalah mengenai alat ukur tersebut dan kita memerlukan support dari suplier penjual alat tersebut.

2. Pastikan Penanganan atau Pengoperasian yang benar. Minta ke suplier untuk melakukan training terhadap alat ukur yang anda beli. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan terhadap alat ukru tersebut. Baca manual book serta data sheet dari alat ukur tersebut. Hal ini termasuk dalam menjaga kebersihan dari alat tersebut. Penanganan yang benar tentu akan memperpanjang umur alat tersebut.

3. Penyimpanan yang benar, sama seperti halnya pada pengoperasian, penyimpanan juga menjadi point penting untuk menjamin akurasi dari alat ukur tersebut sesuai dengan spesifikasi pabrikannya dari waktu ke waktu. Untuk rekomendasi penyimpanan pasti tertulis di manual dari alat bersangkutan. Hindarkan dari sumber getar serta paparan debu yang berlebihan.

4. Rekaman atau History alat ukur

Setiap alat ukur sebaiknya memiliki form history tersendiri yang berfungsi untuk mencatat misalnya terjadi perbaikan, penggantian spare part, pembersihan sampai dengan tanggal pelaksanaan kalibrasi alat tersebut. Dengan adanya history tersebut tentu akan memudahkan kita jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan terhadap alat tersebut.

Incoming search terms:

  • penanganan kerusakan alat ukur
  • penangan kerusakan alat ukur yang tidak sesuai
  • Prosedur penanganan kerusakan pada alat ukur suatu perusahaan
  • penanganan kerusakan pada alat ukur
  • penanganan alat ukur kurang akurat
  • penangan alat ukur yang tidak sesuai
  • kerusakan apa yang akan terjadi di alat ukur
  • kasus kerusakan alat pada industri
  • history alat ukur
  • cara/penanganan kerusakan pada alat ukur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *