Pengertian Tekanan dan Jenisnya

pengertian-tekananPengertian tekanan adalah gaya yang diberikan pada suatu luasan tertentu. Sebagai ilustrasi kita dapat melihat pada gambar disamping. Rumus dari tekanan itu sendiri adalah

P = F/A
Dimana
F = m x g

Dengan satuan

m = massa (kg)
g = gravitasi (m/s2)
A = meter2

Dari perkalian satuan tersebut menghasilkan satuan tekanan yaitu pascal. Sehingga 1 pascal didefinisikan sebagai gaya sebesar 1 newton (1N) yang bekerja pada suatu permukaan seluas satu meter persegi.

Tekananpun diklasifikasikan menjadi beberapa macam seperti pada ilustrasi gambar berikut ini, dengan beberapa klasifikasi tersebut tentu alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran juga berlainan, misalnya pressure gauge, vacuum gauge, barometer, differential pressure, dll. Berikut ini merupakan gambaran singkat / definisi dari beberapa tekanan tersebut :

macam-macam-tekanan
1. Tekanan Absolut

Pada gambar diilustrasikan pada garis warna biru, tekanan ini titik referensinya adalah nol di daerah vacuum sempurna.

2. Tekanan Gauge

Tekanan ini diukur dari tekanan atmosfer sebagai referensinya atau dapat dikatakan Tekanan nol gauge sama dengan tekanan atmosfer.

Dari 2 definisi diatas kita dapat menyimpulkan hubungan dari kedua tekanan ini yaitu bahwa :

Tekanan Absolut = Tekanan atmosfer + tekanan gauge

3. Tekanan negatif

Hampir sama dengan tekanan gauge, namun arah pengukurannya adalah ke arah negatif, titik referensi nol yang digunakan adalah tekanan atmosfer

4. Tekanan diferential

Sesuai dengan namanya tekanan ini adalah hasil pembacaan dari suatu instrumen ukur dari dua sumber tekanan, tekanan ini tidak mempunyai titik referensi nol yang berada di daerah absolut ataupun gauge.

5. Tekanan Vacuum

Merupakan tekanan yang berada dibawah tekanan atmosfer dan mempunyai titik referensi nol pada daerah vacuum

6. Tekanan Barometer

Tekanan yang terukur pada alat barometer, nilai tekanan barometer ini adalah nilai tekanan atmosfer.

Incoming search terms:

  • tekanan vakum
  • macam macam tekanan
  • pengertian tekanan
  • pengertian tekanan vakum
  • tekanan vakum adalah
  • tekanan absolut gauge dan vakum
  • macam tekanan
  • pengertian tekanan negatif
  • jenis jenis tekanan
  • tekanan vacum

Cara Penanganan Alat Ukur

penanganan-alat-ukurPenanganan alat ukur pada suatu proses industri merupakan hal yang sangat penting. Prinsipnya sebenarnya sangatlah sederhana, jika penanganan tersebut salah, maka dapat terjadi kerusakan atau perubahan fungsi pada alat ukur tersebut, dan jika hal tersebut terjadi maka perusahaan akan mengeluarkan biaya lagi baik itu untuk perbaikan ataupun penggantian.

Banyak sekali kasus di lapangan terjadi yang sebenarnya masalah yang sepele misalnya pada proses kalibrasi pressure gauge dimana pressure gauge yang akan dikalibrasi tidak dibersihkan terlebih dahulu sehingga kotoran dari pressure gauge tersebut masuk kedalam pressure pump sehingga lama-lama menyebabkan kerusakan pada pressure pump tersebut, dan beberapa kasus lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut diatas, maka kita perlu melakukan penanganan alat ukur dengan benar, apa saja hal-hal yang perlu kita perhatikan ?

1. Identifikasi secara jelas setiap unit alat ukur tersebut, informasi paling tidak memuat nama alat, merk, tipe, akurasi, resolusi, nomor aset, dan dimana alat tersebut digunakan. History pembelian juga harus kita rekam misalnya tahun berapa alat tersebut dibeli, serta dari suplier mana, hal ini merupakan hal yang sepele namun akan menjadi sangat penting jika suatu saat terjadi masalah mengenai alat ukur tersebut dan kita memerlukan support dari suplier penjual alat tersebut.

2. Pastikan Penanganan atau Pengoperasian yang benar. Minta ke suplier untuk melakukan training terhadap alat ukur yang anda beli. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan terhadap alat ukru tersebut. Baca manual book serta data sheet dari alat ukur tersebut. Hal ini termasuk dalam menjaga kebersihan dari alat tersebut. Penanganan yang benar tentu akan memperpanjang umur alat tersebut.

3. Penyimpanan yang benar, sama seperti halnya pada pengoperasian, penyimpanan juga menjadi point penting untuk menjamin akurasi dari alat ukur tersebut sesuai dengan spesifikasi pabrikannya dari waktu ke waktu. Untuk rekomendasi penyimpanan pasti tertulis di manual dari alat bersangkutan. Hindarkan dari sumber getar serta paparan debu yang berlebihan.

4. Rekaman atau History alat ukur

Setiap alat ukur sebaiknya memiliki form history tersendiri yang berfungsi untuk mencatat misalnya terjadi perbaikan, penggantian spare part, pembersihan sampai dengan tanggal pelaksanaan kalibrasi alat tersebut. Dengan adanya history tersebut tentu akan memudahkan kita jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan terhadap alat tersebut.

Incoming search terms:

  • penanganan kerusakan alat ukur
  • penangan kerusakan alat ukur yang tidak sesuai
  • Prosedur penanganan kerusakan pada alat ukur suatu perusahaan
  • penanganan kerusakan pada alat ukur
  • penanganan alat ukur kurang akurat
  • penangan alat ukur yang tidak sesuai
  • kerusakan apa yang akan terjadi di alat ukur
  • kasus kerusakan alat pada industri
  • history alat ukur
  • cara/penanganan kerusakan pada alat ukur

Cara Merawat Test Sieve atau Saringan

cara-merawat-test-sieveBerikut ini artikel mengenai cara merawat test sieve atau saringan sehingga tidak cepat rusak.

Anda mempunyai test sieve untuk analisa di laboratorium ? Karena harga per unit atau satuan alat ini bisa dikatakan tidak murah, berkisar antara 2 – 3 jutaan maka kita harus benar-benar menjaganya agar tidak cepat rusak sehingga biaya pembelian alatpun dapat dihemat. Berikut ini beberapa tips mengenai cara merawat test sieve atau saringan.

Test Sieve seperti halnya peralatan laboratorium lainnya juga memerlukan perawatan secara berkala untuk menjamin kesesuaiannya terhadap standar yang telah ditentukan. Test sieve ini harus disimpan dalam keadaan bersih dan kering.

Pembersihan test sieve harus dilakukan dengan menggunakan ultrasonic cleaner, hal ini harus kita lakukan secara berkala, lebih baik jika dapat kita lakukan harian misalnya setiap akhir shift 3, hal ini untuk menjamin bahwa lubang atau hole yang ada di test sieve tersebut tidak banyak tertutup oleh sisa-sisa sampel yang mungkin tidak dapat dibersihkan dengan menggunakan kuas biasa. Mengenai apa itu ultrasonic cleaner dapat teman-teman baca disini (baca : jual ultrasonic cleaner murah). Disarankan lagi jika pembersihan dengan menggunakan ultrasonic cleaner tersebut ditambahkan deterjen pembersih khusus.

Jika pada saat pembersihan test sieve menggunakan kuas maka disarankan kuas terbuat dari bahan nilon serta pembersihan dilakukan hanya pada bagian bawah dengan gerakan yang melingkar. Jangan pernah mengguakan benda tajam jika ada sisa sampel yang yang terjebak di dalam lubang test sieve tersebut dikarenakan dapat merusak wire atau kawat baik itu terputus, melengkung, dll sehingga dari sisi spesifikasi sudah tidak masuk standar lagi. Selalu gunakan ultrasonic cleaner.

Selalu lakukan kalibrasi secara rutin untuk peralatan test sieve ini untuk mengetahui apakah dimensi dari wire tersebut masih sesuai standar yang telah ditentukan. Jika ternyata sudah tidak masuk standar maka disarankan untuk melakukan penggantian yang baru karena hal ini akan berpengaruh pada hasil analisa sampel anda. Salah satu test sieve yang kami rekomendasikan bisa dilihat disini (Baca : Jual Test Sieve WS-Tyler).

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • cara kalibrasi sieve test
  • ultrasonic pembersih test sieve
  • harga satuan test sieve
  • harga ultrasonic cleaner untuk test sieve
  • kalibrasi sie
  • kuas pada sieve adalah
  • saringan siefing
  • TEST SIEVE ADALAH

Cara Merawat Elektroda pH Meter

merawat-elektroda-ph-meterDiakui atau tidak, masalah yang sering terjadi pada pengukuran derajat keasaman dengan menggunakan pH meter adalah dikarenakan elektroda pH meter itu sendiri. Memang elektrode ini mempunyai sifat yang sangat sensitif sehingga pengangananpun harus benar-benar diperhatikan.

Untuk beberapa brand dan tipe tertentu pH meter terkadang jika terjadi suatu masalah mereka memberikan suatu petunjuk bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Misalnya pada saat kalibrasi pH meter ternyata dari nilai slope yang dihasilkan tidak sesuai spesifikasi dari alatnya maka pada display akan tertera petunjuk atau tahapan yang harus kita lakukan dalam mengatasi hal tersebut.

Apa saja yang harus diperhatikan yang barkaitan dengan elektroda pH meter tersebut?

1. Kalibrasi Berkala

Lakukan kalibrasi ph meter secara berkala pada setiap hari sebelum digunakan, atau jika pH meter digunakan secara continue 24 jam lakukan pada interval 8 jam (atau setiap shift), teman-teman bisa memanfaatkan fitur calibration reminder yang terdapat pada unit alat dimana alat akan memberikan sinyal alarm jika kalibrasi sudah lewat 8 jam. Gunakan paling tidak 2 larutan standar buffer dimana rentang pengukuran akan dilakukan, lebih baik lagi jika kita menggunakan 3 larutan buffer. Untuk larutan buffer tersebut dapat mudah kita dapatkan di suplier, yang perlu kita perhatikan adalah larutan standar yang kita beli tersebut apakah merujuk ke standar NIST atau USA.

2. Penyimpangan Elektrode pH meter

Jika pH meter tidak digunakan, Ujung elektrode harus kita kondisikan dalam kondisi tetap basah dan direndam dalam larutan elektrolit KCl 3 M untuk mencegah larutan reference terdifusi keluar.

3. Perawatan Elektroda pH meter

Secara rutin misalnya 1 bulan sekali, elektrode harus dibersihkan dengan menggunakan larutan pencuci, ada beberapa brand yang menjual cleaning solution khusus untuk elektrode pH meter ini. Untuk reference solution yang ada di elektroda juga diperlukan penggantian secara berkala, pastikan kita mempunyai stock untuk reference solution tersebut.

Incoming search terms:

  • cara merawat ph meter
  • cara perawatan ph meter
  • perawatan ph meter
  • cara merawat elektroda ph meter
  • cara memperbaiki PH meter
  • cara perawatan elektroda ph meter
  • cara kalibrasi elektroda
  • perawatan alat ph meter
  • cara pemeliharaan ph meter
  • cara memperbaiki elektroda ph meter

Tips Membeli Alat Ukur

tips-membeli-alat-ukurMembeli sebuah alat ukur merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah, Ada beberapa hal yang sering menjadi pertimbangan dalam melakukan pembelian alat ukur tersebut antara lain spesifikasi, budget, serta after sales. Semua hal tersebut meskipun sudah tertuang di dalam dokumen design kualifikasi (DQ), namun terkadang masalah masih tetap saja muncul. Berikut ini adalah Tips dalam membeli alat ukur :

1. Pastikan penawaran yang diberikan oleh suplier sesuai dengan alat ukur yang anda butuhkan / perlukan baik dari sisi akurasi, resolusi, dan lain-lain.

2. Tanyakan kepada suplier apakah pembelian tersebut sudah termasuk dengan sertifikat kalibrasi alat bersangkutan. Jika ya, apakah pekerjaan kalibrasi tersebut dilakukan oleh laboratorium kalibrasi dalam negeri yang telah terakreditasi atau berasal dari principle alat bersangkut. Hal ini penting karena terkadang suplier alat ukur memberikan bahwa pembelian termasuk dengan sertifikat kalibrasi dari principle namun setelah barang yang diterima yang kita terima adalah sertifikat conformance. Hal ini agak sedikit berbeda karena di dalam sertifikat conformance tersebut biasanya tidak mengikutkan nilai ketidakpastian pengukurannya atau nilai uncertaintynya. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika ternyata alat ukur yang kita beli tersebut adalah standar, karena nilai ketidakpastian tersebut akan kita gunakan dalam perhitungan kalibrasi alat ukur lainnya. Sehingga akibatnya kita harus melakukan kalibrasi lagi dan tentunya harus mengeluarkan biaya lagi. Dan tentunya hal ini akan menjadi pertanyaan management.

3. Tanyakan kepada suplier mengenai tahun perakitan alat Serta ketersedian spare part, hal ini untuk memastikan bahwa di kemudian hari kita tidak akan mengalami kesulitan jika terjadi masalah pada alat yang kita beli.

4. Untuk pembelian standar alat ukur dengan akurasi yang tinggi, tanyakan kepada suplier apakah ada laboratorium kalibrasi yang mampu untuk melakukan kalibrasi standar alat ukur tersebut. Pernah terjadi kasus dimana perusahaan membeli suatu standar alat ukur dengan akurasi yang tinggi namun pada saat melakukan kalibrasi ulang terhadap standar alat ukur tersebut mereka mengalami kesulitan.

5. Untuk alat-alat yang modelnya dicustomise atau dimodifikasi, pastikan ruang lingkup pekerjaan dari suplier sejauh mana, Minta kepada suplier tersebut untuk menuliskan secara detil di lingkup penawaran. Hal ini penting karena pembelian alat ukur tidak hanya melibatkan user dan suplier, namun juga dengan departemen pembelian (purchasing), Dengan adanya informasi yang lengkap atau detil maka diharapkan tidak ada kesalahpahaman informasi antara user, purchasing, dan suplier.

Semoga Bermanfaat.

Incoming search terms:

  • alat ukur membelu barang
  • hal penting alat ukur
  • hal penting dalam alat ukur
  • hal penting saat kalibrasi
  • membeli alat ukur
  • pertanyaan auditor kalibrasi barang
  • yang sering terjadi kesulitan pada kalibrasi

Konversi Dari Refractive Index ke % Brix

Alat ukur refractometer lebih lazim mempunyai satuan % brix. Namun terkadang untuk melakukan kalibrasi alat tersebut, larutan standar yang tersedia mempunyai satuan refractive index sehingga kita harus melakukan konversi tersendiri. Berikut ini adalah tabel bantu yang dapat kita gunakan untuk melakukan konversi dari refractive index ke % Brix.

Silakan langsung di download disini.

Incoming search terms:

  • konversi satuan brix
  • konversi brix ke persen
  • konversi brix
  • konversi nilai Brix Refracto
  • konversi nilai refractive index
  • tabel konversi brix

Panduan Membeli Pressure Gauge

panduan-membeli-pressure-gaugeKemajuan teknologi yang sangat cepat dibidang alat ukur khususnya pressure gauge membuat Customer semakin bingung apa saja yang harus mereka perhatikan sebelum melakukan pembelian pressure gauge ini. Setiap vendor atau brand menawarkan berbagai macam keunggulan yang mereka miliki. Namun tetap kita harus mempunyai panduan supaya kita tidak tersesat atau terjadi kesalahan dalam melakukan pembelian pressure gauge tersebut. Berikut ini adalah panduan membeli pressure gauge yang dapat anda gunakan (meskipun panduan ini bukanlah petunjuk baku).

1. Perhatikan Masalah Safety

Terkadang pressure gauge digunakan di area tekanan tinggi ataupun tempat yang mudah terbakar. Tentunya kita menginginkan suatu alat yang dapat membantu kita dalam tugas di area tersebut, maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut :
a. Pressure gauge harus dapat memberikan peringatan jika kondisi pressure / tekanan sudah melebihi kapasitas.
b. pressure gauge haruslah selalu menampilkan tekanan real serta harus berhenti menampilkan nilai tekanan jika ternyata sistem terjadi kerusakan.
c. Interface atau penampakan yang sederhana lebih direkomendasikan.
d. Nilai dari tekanan serta satuan dapat terlihat jelas di unit alat tersebut.

2. Spesifikasi yang sesuai

Berapa rentang ukur yang anda butuhkan ? Berapa akurasi serta resolusinya ? Tak selamanya akurasi tinggi sesuai dengan kebutuhan pengukuran anda di lapangan. Semakin tinggi akurasi maka semakin bagus alat tersebut, namun jika tidak sesuai dengan kebutuhan anda, maka anda akan over budget atau membuang uang secara sia-sia. Selain itu untuk melakukan kalibrasi ulang terhadap pressure gauge yang anda miliki akan kurang leluasa memilih laboratorium kalibrasi karena keterbatasan dari nilai CMC yang mereka miliki. Hal lain jika kita berbicara mengenai akurasi maka anda perlu perhatikan apakah nilai akurasi dalam spesifikasi tersebut % of Full Scale atau % of Reading.
Begitu juga dengan resolusi, berapa nilai yang anda inginkan.

3. Model Pressure Gauge

Model ini berkaitan dengan sensor pressure gauge sesuai dengan kebutuhan anda di lapangan, apakah pressure gauge anda gunakan di sistem yang kering atau yang basah. Hal ini berkaitan dengan jika kita salah memilih sesuai dengan aplikasi maka alat tersebut akan cepat rusak karena adanya kontaminasi. Tipe sensor lain yang kita kenal adalah diaphragm. Tipe Mounting juga perlu kita perhatikan yang mana yang sesuai dengan penggunaan kita.

Incoming search terms:

  • resolusi pressure gauge
  • pressure gauge rusak
  • memilih perssure gauge yang baik
  • penyebab pressure gauge rusak
  • resolusi pressure
  • Pressure gauge rusak?
  • penampakan presure gauge
  • pembelian pressure gauge
  • kapasitas pressure gauge
  • ciri dan penampakan pressure gauge rusak

4 Langkah Desain Kualifikasi Pembelian pH Meter

desain kualifikasiSeperti kita ketahui, tahap desain kualifikasi merupakan bagian terpenting dalam setiap pembelian alat ukur / alat laboratorium. Dimana tahap ini merupakan tahap rancangan untuk apa alat tersebut kita beli, spesifikasinya seperti apa, aplikasinya akan kita gunakan dimana, dll. Salah penentuan dalam desain kualifikasi ini menyebabkan kesalahan pembelian alat atau kurang lebih membeli alat yang tidak sesuai dengan penggunaannya.

Berikut ini merupakan contoh desain kualifikasi untuk pembelian pH Meter. Untuk brand nya sendiri kami fokuskan brand horiba karena brand ini merupakan brand yang sudah terbukti dalam alat ukur kualitas air. Berikut ini adalah tahapannya :

1. Parameter

Parameter apa saja yang akan kita ukur, Alat pH meter terkadang juga support jika digunakan untuk pengukuran conductivity, DO, TDS, dll. Apakah kita hanya akan melakukan pengukuran PH atau parameter yang lainnya. Jika kita misalnya ingin melakukan pengukuran untuk parameter pH dan conductivity tentu membeli satu unit alat yang mampu mengukur kedua parameter tersebut akan dirasa lebih efisien dibandingkan dengan membeli 2 unit alat yang masing-masing digunakan untuk mengukur pH dan conductivity. Petakan kebutuhan anda. Dari parameter ini maka anda akan dapat menyimpulkan tipe yang mana alat yang akan anda beli.

2. Tipe Elektrode

Pikirkan mengenai aplikasi dari pengukuran anda, pH meter akan anda gunakan untuk mengukur sampel apa? Apakah sampel berbentu solution / liquid atau gel, atau mungkin anda gunakan untuk mengukur keasaman buah atau daging. Tanyakan ke vendor jenis elektroda yang mana yang sesuai dengan aplikasi pengukuran di tempat anda.

3. Buffer Solution

TIpe Unit dan Elektroda sudah ketemu, Selanjutnya adalah kelengkapan asesories dari unit yang akan kita beli. Apakah kita akan membeli kelengkapan pendukung seperti larutan buffer, larutan reference, dan lain sebagainya? Jika kita ingin membeli langsung pastikan juga kita memilih tipe yang sesuai dalam satu paket, apakah mengikuti standar NIST, standar USA, atau yang lainnya. Pembelian elektrode satu paket secara langsung dengan unit sangat disarankan sehingga dapat dalam aplikasi di lapangan lebih efisien (baca artikel terkait : Pemilihan larutan buffer)

4. Pelaksanaan IQ OQ

Setelah semuanya lengkap, pastikan kepada vendor apakah paket pembelian tersebut termasuk dengan kelengkapan dokumen IQ OQ serta pelaksanaannya.

Untuk pembelian pH meter horiba lengkap dengan pelaksanaan IQ OQ anda dapat menghubungi kami disini 0857-1781-7555 atau email ke admin@trainingkalibrasi.net

Incoming search terms:

  • kualifikasi ph meter

Dokumen IQ OQ Pada Pembelian pH Meter

dokumen iq oqKasus singkat ini real terjadi di salah satu perusahaan tertentu (mohon maaf kami tidak dapat menyebutkan nama perusahaan tersebut). Mereka melakukan pembelian suatu instrument laboratorium yaitu pH meter. Kondisi idealnya adalah pH tersebut diserahkan ke customer dan selanjutnya diinstal di tempat customer dengan mengikuti dokumen IQ OQ dari principlenya. Namun permasalahan terjadi ketika user dari perusahaan tidak memahami pentingnya kegiatan IQ OQ tersebut dan dari pihak vendor / suplier tersebut juga kurang memperhatikan bahwa sebenarnya IQ OQ tersebut merupakan salah satu service yang harus diberikan kepada customer. Terlebih untuk pembelian unit pH meter dimana untuk elektroda pH meter merupakan sesuatu yang rentan dan sangat jarang sekali di garansi.

Sekedar berbagi pengalaman, berikut ini adalah kurang lebih isi dari dokumen IQ OQ untuk sebuah pembelian unit pH meter (point-point berikut hanyalah sekedar contoh saja) :

Pada tahap IQ (Instalasi Qualifikasi)

Dokumen berisa kurang lebih mengenai check list item-item / part yang dibeli misalnya unit utama, adaptor, stand, larutan buffer, reference solution, dll. Check list tersebut termasuk pada kondisi fisik dari unit.

Pada tahap OQ (Operational Qualifikasi)

Dokumen ini kurang lebih berisi verifikasi mv unit pH dengan menggunakan unit khusus pabrikannya termasuk kalibrasi pH meter dengan menggunakan larutan buffer. Pada tahap ini harus diperhatikan dimana slope hasil kalibrasi harus memenuhi spesifikasi dari slope yang tertulis di dokumen tersebut. Tahap ini dilanjutkan pada training penggunaan pH meter tersebut kepada user bersangkutan.

Setiap tahap pada dokumen inilah yang akan ditanda tangani oleh kedua belah pihak antara customer (penanggung jawab user) di lapangan dengan pihak suplier dan akan diverifikasi oleh manager bersangkutan serta menjadi bukti jika pH meter yang kita beli tersebut dapat berjalan dengan semestinya dan siap untuk digunakan. Jika telah selesai maka simpan dokumen IQ OQ tersebut pada tempat yang semestinya.

Kita bisa bayangkan jika ternyata pada saat pembelian pH meter tersebut tahap IQ OQ ini kita abaikan, dan ternyata 1 minggu kemudian terjadi masalah pada pH tersebut khususnya pada elektrodanya, maka claim pun tidak dapat kita lakukan dan tentunya kita akan menanggung kerugian.

Salah satu brand pH meter yang kami rekomendasikan untuk anda untuk berbagai aplikasi pengukuran adalah horiba, namun pastikan pembelian tersebut dilengkapi dengan dokumen IQ oQ. Jika ada pertanyaan mengenai pH meter ini silakan hubungi kami di 0857-1781-7555

Incoming search terms:

  • contoh dokumen iq dan oq
  • dukumen iq
  • tahap-tahap mengkalibrasi ph meter
  • arti dari iq dan oq
  • contoh iq/qq
  • contoh oq alat
  • dokumen oq
  • fungsi iq dan oq pada ph meter
  • pengertian IQ OQ

Pengertian Akurasi dalam Pengukuran

pengertian akurasiJika kita mencermati dalam artikel yang telah diposting sebelumnya maka kita akan sering membaca istilah akurasi, Lalu apa sebenarnya pengertian akurasi tersebut jika dikaitkan dengan alat ukur.

Akurasi merupakan salah satu point yang harus kita perhatikan sebelum membeli alat ukur, dalam design kualifikasi pembelian alat ukur item ini wajib ada, karena jika kita salah dalam menentukan akurasi maka dampaknya adalah alat yang kita beli tidak sesuai dengan penggunaannya.

Pengertian akurasi itu sendiri adalah Kemampuan dari instrumen ukur untuk memberikan indikasi kedekatan terhadap harga sebenarnya (true value) dari objek yang diukur. Gambarannya mungkin seperti ini, ada 2 buah pressure gauge dengan kapasitas 20 bar, yang satu mempunyai akurasi 0.025 % Full Scale, sedangkan yang lainnya mempunyai akurasi 0.050 % full Scale. Mana yang lebih baik ?

Jika kita gambarkan dengan angka maka :
Untuk pressure gauge 20 bar akurasi 0.025 % FS mempunyai nilai ketidakpastian 0.005 bar sedangkan
Untuk pressure gauge 20 bar akurasi 0.050 % FS mempunyai nilai ketidakpastian 0.010 bar

Dari gambaran tersebut tentu pressure gauge 20 bar dengan akurasi 0.025 % Full Scale lebih baik / lebih akurat.

Setiap alat ukur pasti mempunyai spesifikasi akurasi dari pabrikannya.

Dari hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa Pada pengukuran tidak ada angka mutlak benar, yang ada hanyalah nilai terbaik dan taksiran-taksiran.  Jika nilai taksiran yang didapat kecil, maka akan semakin dekat dengan nilai terbaik dan ini berarti semakin akurat.

Akurasi bukanlah pertanyaan buat instrumen yang diukur tetapi instrument pengukur.

Pengukuran yang akurat dihasilkan oleh, tetapi tidak hanya sebatas :

1. Kompetensi personil, berupa pengetahuan dan  pengalaman

2. Keandalan kalibrator

Contoh :
Berapakah suhu sample yang akan anda kondisikan dalam oven?
Berapakah Readability kalibrator yang anda gunakan?
Berapa ketidakpastian kalibrator anda?

3. Kondisi lingkungan

Berapa suhu dan kelembaban lingkungan saat diadakan pengukuran?
Berapa stabil tegangan listrik anda?

4. Alat bantu saat melakukan pengukuran atau kalibrasi.

Apakah sesuai posisi sensor dengan posisi sampel yang akan di letakkan?
dan seterusnya

Semoga artikel tentang pengertian akurasi ini bermanfaat untuk anda.

Incoming search terms:

  • pengertıan akurasi
  • pengertian akurasi dalam pengukuran
  • pengertian akurasi dalam sensor
  • istilah akurasi pengukuran listrik efisiensi
  • akurasi pada pressure gauge
  • akurasi alat ukur
  • jelaskan makna instrumen dan akurasi
  • Akurasi fullscale
  • akurasi adalah
  • pengertian pelatihan akurasi