Kalibrasi Conductivity Meter Untuk Pengukuran Air

kalibrasi conductivity meterConductivity meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas suatu larutan / cairan. Nilai dari conduktivity itu sendiri sangat dipengaruhi oleh temperature sehingga alat ini harus rutin dilakukan kalibrasi. Seperti kita ketahui kalibrasi conductivity meter dilakukan dengan menggunakan larutan conductivity standar yang banyak dijual dipasaran. Untuk conductivity meter yang digunakan untuk analisa sampel biasa mungkin kita tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan kalibrasi alat tersebut, Banyak laboratorium kalibrasi yang mempunyai lingkup conductivity, Namun masalah terjadi jika conductivity meter tersebut kita gunakan di pengukuran air dimana target pengukurannya sangat kecil yaitu berkisar 1 – 5 mikro siemens. karena akan sedikit lab kalibrasi yang dapat melakukannya (mereka biasanya menggunakan standar minimal 84 mikrosiemen), hal ini juga tidak mengherankan karena dari sisi bisnis conductivity standar solution dengan nilai kecil (dibawah 15 mikrosiemen) mempunyai masa expired date yang sangat singkat, bahkan ada brand tertentu masa expired date tersebut hanya 3 bulan.

Melakukan kalibrasi / verifikasi internal mungkin dapat dijadikan opsi. Cara verifikasi / kalibrasi bisa kita dapatkan pada manual book alat bersangkutan. Yang perlu kita siapkan adalah conductivity solution tersebut (bisa 2 point ataupun 3 point – hal ini bisa kita baca di manual alat nya). Untuk solutionnya kita dapat menggunakan brand dari cole parmer (mohon maaf tanpa bermaksud melakukan promosi), pemilihan brand tersebut karena kita bisa mendapatkan conductivity standar solution dengan nilai dari 1 mikro siemens sesuai dengan penggunaan kita di lapangan. Selain itu untuk masa expired datenya juga terhitung agak lama yaitu sekitar 1 tahun dengan dikurangi masa pengiriman 2 – 3 bulan, Jadi kita masih bisa menggunakan standar conductivity tersebut sekitar 8 – 9 bulan. Silakan langsung kontak supliernya atau jika anda kesulitan menemukan distributornya anda bisa tanyakan kepada kami.

Satu hal lagi yang perlu kita lakukan adalah tentunya dengan memberi bekal pengetahuan bagi pelaksana kalibrasi conductivity di perusahaan kita berupa pelatihan, karena tanpa adanya personel yang kompeten tentu hal ini dapat menjadi temuan jika dilakukan audit. Untuk pelatihan kalibrasi conductivity anda dapat anda lakukan di tempat kami. Silakan hubungi 0857-1781-7555

Incoming search terms:

  • cara kalibrasi conductivity meter
  • kalibrasi conductivity meter
  • cara penggunaan conductivity meter
  • prinsip kerja conductivity meter
  • cara menggunakan conductivity meter
  • pengertian alat ukur conductivity
  • cara kerja alat conductivity meter
  • cara kerja conductivity meter
  • kalibrasi konduktivity
  • kalibrasi conductivity

Pemilihan Larutan Buffer pada Kalibrasi pH Meter

larutan buffer
Dalam suatu kalibrasi pH meter, tentu digunakan suatu larutan standar atau yang lebih dikenal sebagai larutan buffer. Mungkin teman-teman berpikir, semua larutan buffer kan sama sehingga tidak perlu kita perhatikan dalam jika kita ingin melakukan kalibrasi pH meter. Yup, benar, memang dari sisi larutan buffer selama larutan tersebut diproduksi oleh brand-brand kenamaan bisa dikatakan layak digunakan untuk melakukan kalibrasi pH (maaf untuk brand-brand dari larutan tersebut kami belum mau menyebutkannya, takut dibilang promosi he he). Namun dalam postingan singkat ini kita akan berfokus pada seting parameter pada pH meter itu sendiri bukan pada larutannya.

Untuk alat pH meter, terutama yang diproduksi 5 – 10 tahun belakangan ini, tentu mempunyai fitur dimana ada pilihan larutan buffer yang mana yang akan kita gunakan apakah mengikuti standar NIST, standar USA, ataukah Custom. Sekali kita tentukan pilihan tersebut maka kita harus mengikuti (melakukan pembelian buffer solution sesuai dengan pilihan tersebut). Contohnya kita memilih Standar USA dimana urutan larutan buffer adalah 4.01 ; 7.00 ; dan 10.00 pada suhu 25 derajat celsius. Maka kita jangan sampai membeli buffer solution dengan nilai 4.00 ; 7.00 ; dan 9.00 pada suhu 20 derajat celsius.

Point penting dari artikel pendek ini adalah Belilah larutan buffer sesuai dengan setting pemilihan standar solution pada alat pH meter anda, atau setinglah pH meter anda pada pilihan larutan buffer sesuai yang anda beli (tentunya sebelum melakukan pembelian paling tidak kita paham mengenai standar NIST atau USA mengenai buffer solution ini).

Sekian semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • jual larutan buffer
  • harga larutan buffer
  • larutan buffer untuk kalibrasi
  • kalibrasi ph meter dengan buffer
  • harga larutan buffer ph
  • pemilihan larutan buffer
  • jual buffer solution
  • dimana tempat jual ph buffer
  • cara kalibrasi alat ph meter
  • urutan kalibrasi pH meter

Merancang Internal Kalibrasi Magnehelic

kalibrasi magnehelicKalibrasi magnehelic, jika berbicara mengenai hal ini maka tidak banyak laboratorium kalibrasi yang dapat melakukannya, karena memang pangsa pasar untuk alat magnehelic atau differential pressure tersebut tidaklah luas seperti alat ukur yang lainnya, alat ini hanya digunakan di industri farmasi yang digunakan untuk mengontrol perbedaan tekanan antar ruangan. Karena ruangan dalam suatu area produksi sangatlah banyak, sehingga dalam suatu perusahaan farmasi tersebut jumlah magnehelic nya pun juga sangat banyak, bahkan bisa sampai ratusan dan dampaknya adalah cost atau biaya kalibrasi yang tinggi setiap tahunnya. Dengan asumsi harga per unit kalibrasi misalnya Rp. 1 juta saja maka biaya yang kita keluarkan untuk 100 alat adalah 100 juta, dan ini mempunyai kecenderungan naik setiap tahunnya. Sekali lagi harga tersebut merupakan permisalan saja.

Jika seperti itu kenapa tidak coba untuk memberanikan diri untuk melakukan kalibrasi internal untuk magnehelic tersebut ? Untuk caranyapun sudah kami jelaskan dalam email yang kami kirim sebelumnya. Namun kami akan berusaha untuk membahasnya secara detil dengan perbandingan angka.

Asumsi yang biaya yang dikeluarkan per tahun untuk kalibrasi eksternal magnehelic adalah Rp. 100 juta (dan ini mempunyai kecenderungan naik setiap tahunnya)

Langkah apa yang harus kita lakukan :

1. Membeli sebuah kalibrator / standar yang digunakan untuk kalibrasi magnehelic.

Salah satu standar yang dapat digunakan adalah Sino tipe HS 602 dan Micro Pressure Comparison Pump (Keduanya telah kami bahas baca : micro pressure comparison pump sino hs 700 dan pressure calibrator sino 602)
Untuk info lebih lanjut mengenai kedua alat tersebut serta informasi penawaran harga silakan hubungi kami disini.

2. Adakah pelatihan kalibrasi magnehelic / pressure gauge

Pelatihan kalibrasi pressure gauge dapat anda ikuti secara eksternal di sini, namun saran kami lebih baik diadakan secara in house training karena berbagai kelebihan yang telah dibahas sebelumnya.

3. Done, Mulai lakukan sendiri pekerjaan internal kalibrasi magnehelic anda. Dan silakan hitung efisiensi budget yang dapat anda lakukan.

Incoming search terms:

  • magnehelic adalah
  • syarat kalibrasi internal
  • metode kalibrasi tekanan MAGNAHELIC
  • kalibrator magnehelic
  • kalibrasi magnehelic
  • jual magnehelic gauge calibration
  • harga magnehelik
  • cara kalibrasi photohelic
  • cara kalibrasi magnehelic
  • apa ituh magnehellic?

Critical Assesment Alat Ukur

kategori alat ukurTidak hanya proses atau sistem dalam suatu perusahaan saja yang perlu di assesment, Keberadaan alat ukur juga perlu dinilai kritis atau tidaknya. Lalu apa sebenarnya tujuan melakukan Critical Assesment alat ukur ini ? Berikut ini adalah diantaranya :

1. Untuk menentukan / mengevaluasi instrument kritikalitasnya

2. Semua instrumen baik yang langsung atau tidak langsung terkait dalam proses, harus dinilai untuk kritikalitasnya. Harus didokumentasikan.

3. Dengan adanya pengelompokan kritis atau tidaknya alat ukur tersebut, maka kita dapat memberikan informasi di lapangan baik secara langsung atau sekedar menempelkan informasi tersebut di mesin dengan tujuan untuk menghindari kesalahan dari operator.

4. CAT (Criticallity Assessment Team) menentukan kritikalitas dan pertimbangan kalibrasi. Team tersebut biasanya terdiri dari Process Owner atau PIC yang bersangkutan yang lebih memahami proses di lapangan, Engineering, Quality assurance sebagai penjamin mutu, jika diperlukan bisa menambah keahlian lain misalnya dari vendor / principle untuk memberikan masukan-masukan terkait dengan alat ukur tersebut.

Alat ukur berdasarkan critical atau tidaknya dapat dikategorikan sebagai berikut :

1. Product critical instrument.

Instrumen yang bila gagal, berpengaruh langsung pada kualitas produk.

2. Process/system critical instrument.

Instrumen yang bila gagal, dapat berpengaruh langsung pada kinerja proses atau sistem tetapi tidak mempengaruhi kualitas produk akhir atau safety.

3. Safety/environmental critical instrument.

Instrumen yang jika gagal, berdampak langsung pada safety / lingkungan.

4. Non-critical instrument.

Instrumen yang jika gagal, tidak berdampak pada kualitas produk, kinerja proses/sistem, safety atau lingkungan.

Incoming search terms:

  • alat critical

Design Kualifikasi Dalam Pembelian Alat Ukur

design kualifikasiDesign Kualifikasi merupakan hal yang sangat penting dalam suatu pembelian alat ukur. Banyak sekali cerita dalam suatu perusahaan dimana mereka membeli alat ukur yang tidak sesaui dengan kegunaannya, dan akhirnya bisa diprediksi, terjadi salah-salahan antara user / pengguna dengan departemen pembelian dalam perusahaan tersebut. Mudah-mudahan hal seperti tidak terjadi di perusahaan anda.

Lalu bagaimana cara mengatasi hal tersebut ? Design Kualifikasi adalah jawabannya, Sebelum melakukan pembelian terhadap alat ukur, tentunya kita harus memetakan terlebih dahulu mau digunakan untuk apa alat ukur tersebut.

Biar lebih jelas lebih baik kita menggunakan contoh langsung :

Misalnya suatu perusahaan akan melakukan pembelian timbangan, user / penanggung jawab di lapangan tentunya harus paham timbangan tersebut akan digunakan untuk apa? Misalnya untuk menimbang sekrup dimana 1 sekrup mempunyai berat 1 gram, lalu merekan menginginkan menimbang dalam satu wadah sekrup tersebut dengan kapasitas 100 gram dan out put dari timbangan berupa pcs. Dari sini kelihatan bahwa timbangan yang akan kita beli harus mempunyai fitur counting dengan kapasitas kurang lebih 200 gram, untuk masalah readability dari timbangan tersebut disesuaikan dengan spesifikasi dari sekrup tersebut menggunakan berapa digit.

Dengan melakukan hal-hal tersebut diharapkan diharapkan kita tidak salah dalam melakukan pembelian alat ukur. Design kualifikasi tersebut biasanya dilanjutkan dengan Instalasi Kualifikasi, Operasional Kualifikasi, Dan yang terakhir adalah Performance Qualifikasi.

Untuk lebih memudahkan pemahaman kita mengenai Design kualifikasi, Instalasi Kualifikasi, Operasional Kualifikasi, Serta Performance Qualifikasi contoh dalam kehidupan sehari-hari berikut mungkin lebih mudah dicerna.

Misalnya kita menginginkan membeli smart phone (Sudah mengalami semua kan . . ?).

Tentu di dalam benak kita ada merk, tipe, dan fitur-fitur tertentu yang kita inginkan, kamera nya berapa pixel, RAM nya berapa giga, Memori nya berapa giga, System yang digunakan apa, dll. Tahap inilah yang disebut dengan Design Kualifikasi, dimana kita mendesain kebutuhan akan produk / barang yang ingin kita beli.

Ok, done, merk dan tipe sudah ketemu, pada saat barang sudah dibeli tentu kita melakukan instalasi berupa pemasangan bateray, pemasangan sim card, dll. Tahap inilah yang disebut Instalasi Kualifikasi.

Next, Bateray dan sim card sudah terpasang. Saat nya kita mencoba menjelajahi fitur-fiturnya yaitu mencoba kameranya, dan fitur-fitur lainnya. Bahkan terkadang jika kita kurang paham cara menggunakannya kita diberikan tahu cara penggunaannya oleh si penjual (training). Pada tahap ini adalah operasional kualifikasi.

And finally, Kita coba test smart phone tersebut untuk melakukan telephon, SMS, browsing di internet, dll. Tahap inilah yang disebut dengan performance kualifikasi.

Dengan ilustrasi tersebut diatas, kami harapkan anda tidak mengalami kesalahan dalam membeli alat ukur anda dan kesemuanya diawali dengan design kualifikasi yang benar.

Jika anda mengalami kesulitan dalam hal pembelian alat ukur silakan konsultasikan kepada kami.

Incoming search terms:

  • contoh kualifikasi desain
  • contoh design kualifikasi
  • contoh kualifikasi des
  • contoh kualifikasi desain adalah
  • kualifikasi instalasi
  • kualivikasi design

Tips Dalam Pengelolaan Alat Ukur

pengelolaan-alat-ukurPengelolaan alat ukur di dalam suatu perusahaan terkadang cukup sulit terutama jika jumlah alat ukur yang kita miliki sangat banyak. Pengelolaan yang tidak baik terkadang menimbulkan masalah dilapangan, terlebih yang berkaitan dengan spesifikasi produk. Untuk menghindari hal tersebut maka diperlukan sistem pengelolaan alat ukur yang baik. Berikut ini adalah 12 hal yang dapat kita ikuti dalam membuat pengelolaan tersebut :

1. Setiap alat ukur harus memiliki catatan / record / history, kapan alat tersebut dibeli, merk dan tipenya apa, nomor serinya berapa, dan digunakan untuk area mana.

2. Seluruh alat ukur harus memiliki nomor dan instrument kritikal dari seluruh produk, proses dan safety harus secara fisik diberi tanda.

3. Metode kalibrasi harus diterbitkan melalui instruksi kerja / protap yang disahkan oleh pejabat berwenang (Manager Quality atau pejabat yang ditunjuk)

4. Interval kalibrasi serta toleransi dari nilai proses harus ditentukan untuk setiap alat ukur.

5. Harus terdapat cara untuk selalu dapat mengetahui status kalibrasi setiap instrument. Hal ini dapat melalui stiker label kalibrasi.

6. Catatan kalibrasi baik berupa laporan ataupun sertifikat yang diterbitkan oleh pihak ketiga harus disimpan.

7. Semua sistem elektronik yang digunakan untuk manajemen kalibrasi pada suatu sistem, yang mempengaruhi produk untuk pasokan ke USA, harus memenuhi persyaratan FDG 21 CFR part 11 – Electronic Records, Electronic Signatures.”

8. Standar kalibrasi / Calibrator harus lebih akurat dibandingkan dengan tingkat akurasi dari unit under test (UUT) (baca : cara memilih kalibrator)

9. Setiap standar yang digunakan untuk mengkalibrasi harus mampu telusur ke standar nasional atau internasional yang diakui.

10. Semua alat yang digunakan harus sesuai dengan tujuan / kegunaan

11. kompetensi petugas kalibrasi yang berkaitan dengan pelatihan kalibrasi harus didokumentasikan

12. Setiap perubahan kebijakan yang berkaitan dengan alat ukur misalnya : Instruksi kerja, toleransi alat ukur, dll harus didokumentasikan dan dikendalikan.

Incoming search terms:

  • pengelolaan alat ukur
  • instruksi kerja ukur pH
  • pengelolahan alat ukur

Memilih Standar Alat Ukur atau Kalibrator

memilih standar alat ukurArtikel berikut ini merupakan panduan tentang bagaimana cara memilih standar alat ukur atau kalibrator. Tentunya jika anda sudah memasuki tahap ini maka anda tentunya sudah merancang proposal kalibrasi internal yang dibahas di artikel ini (baca : http://trainingkalibrasi.net/membuat-project-kalibrasi-internal.html) dan mungkin juga sudah mempertimbangkan akan mengikuti pelatihan kalibrasi baik itu in house training ataupun dengan mengirimkan personel ke provider pelatihan.

Dalam memilih standar alat ukur / kalibrator pastikan untuk mempertimbangkan hal-hal berikut ini :

1. Dari sisi akurasi

Hal ini merupakan hal yang terpenting, sekali anda salah dalam memilih akurasi kalibrator (dalam artian akurasi kalibrator lebih besar dari akurasi unit under test – UUT) maka kegiatan kalibrasi anda akan sia-sia

2. Dari sisi kalibrasi ulang

Pastikan kalibrasi ulang dari kalibrator tersebut mudah dicari vendornya, dalam artian banyak laboratorium kalibrasi yang mampu melakukan kalibrasi terhadap kalibrator tersebut. Hal ini penting karena ada beberapa kalibrator dimana kalibrasi ulang harus dikirim kembali ke principle yang ada di luar negeri, tentunya ini akan memakan waktu dan menggangu pekerjaan anda.

3. Support dari vendor

Pastikan vendor memberikan support yang bagus dari sisi kecepatan pelayanan serta penanganan keluhan termasuk dalam hal pemberian training penggunaan kalibrator tersebut.

4. Tahun Pembuatan Produk

Tanyakan juga ke vendor mengenai tahun pembuatan kalibrator bersangkutan, khawatirnya produk tersebut dibuat sudah puluhan tahun yang lalu sehingga spare part nya susah dicari jika alat mengalami kerusakan.

5. Harga

Pastikan harga tersebut masuk dalam perhitungan proposal kalibrasi internal, harga yang terlalu tinggi menyebabkan break even point (BEP) dari kalibrasi internal semakin lama.

Ada yang ingin ditanyakan ? Silakan hubungi kami melalui menu kontak . . .

Incoming search terms:

  • syarat kalibrator
  • cara menggunakan kalibrator
  • alat kalibrator
  • idea proposal petunjuk kalibrasi alat ukur
  • persyaratan kalibrator
  • cara mengunakan kalibrator hp
  • cara kalibrasi pressure transmitter n-10
  • artikel kalibrator
  • uut alat kalibrator
  • alat ukur ph ituin

Training kalibrasi In House atau Eksternal ?

training kalibrasi in houseDalam pembahasan sebelumnya dibahas tentang cara merancang kalibrasi internal (baca : membuat project kalibrasi internal), dimana salah satu hal yang harus dilakukan pada tahapannya tersebut adalah mengadakan training kalibrasi. Training tersebut dapat dilakukan baik secara in house dimana pelatihan dilakukan di perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan ataupun secara eksternal dimana kita mengirimkan personel untuk mengikuti pelatihan kalibrasi yang diselenggarakan oleh provider training. Mana yang anda pilih ? In house training atau eksternal training ? Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangannya.

In House Training :

Kelebihan :

1. Kegiatan training dilakukan di perusahaan kita sehingga peserta terbebas dari yang namanya bebas macet, telat, dll

2. Pembahasan lebih mendetil sesuai dengan kebutuhan atau aplikasi di perusahaan.

3. In house training biasanya diikuti lebih dari 5 orang, sehingga hal ini memberikan keuntungan dimana jika PIC yang bertanggung jawab melakukan kalibrasi baru berhalangan hadir / resign maka ada personel lainnya yang dapat mem back up pekerjaan tersebut.

4. Kegiatan training hanyalah memberikan pengetahuan dasar mengenai subject bersangkutan, terkadang masalah banyak timbul ketika kita melakukannya di lapangan sehingga, dengan adanya beberapa personel yang mengikuti training, maka kita senantiasa dapat berdiskusi satu dengan yang lain jika terjadi masalah pada pelaksanannya.

Kekurangan :

1. Biaya yang dikeluarkan biasanya lebih mahal dibandingkan dengan mengirimkan 1 atau 2 orang personel perusahaan.

2. Perlu menyediakan konsumsi untuk peserta training

Eksternal Training :

Kelebihan :

1. Biaya yang dikeluarkan lebih murah

2. Karena training dilakukan di luar perusahaan maka kita tidak perlu repot dalam hal menyiapkan konsumsi

3. Dapat membentuk komunitas di bidang yang sama dengan sesama personel kalibrasi dari perusahaan lain.

Kekurangan :

1. Jika PIC kalibrasi yang mengikuti pelatihan baru berhalangan hadir atau resign maka mungkin sulit untuk mencari penggantinya.

2. Jika diadakan transfer ilmu dari personel yang dikirim untuk mengikuti pelatihan tentu dari sisi bobot atau kualitas tetap kurang maksimal dibandingkan dengan ilmu yang diberikan dari trainer yang berpengalaman.

3.  Jika terjadi kendala pada saat melakukan kalibrasi di perusahaan terkadang kesulitan mencari solusi karena training hanya diikuti oleh satu atau dua personel saja.

Incoming search terms:

  • eksternal house
  • kalibrasi in house adalah
  • kelebihan dan kekurangan in-hoese
  • kelebihan dan kelemahan in house training
  • keuntungan dan kelemahan in house training

Membuat Project Kalibrasi Internal

merancang-kalibrasi-internalSetelah sebelumnya membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari kalibrasi internal dan eksternal, maka saat ini kami akan berusaha membahas tentang bagaimana merancang kalibrasi internal di perusahaan anda. Disini akan dibahas mengenai tahapannya saja , tidak mendetil sampai pembuatan instruksi kerja alat bersangkutan.

Kegiatan kalibrasi mulai banyak dilakukan oleh perusahaan yang mempunyai banyak alat ukur sejenis karena dinilai jika pekerjaan tersebut dilakukan sendiri oleh personel perusahaan maka akan memberikan efisiensi budget pada perusahaan. Untuk merancang kalibrasi internal berikut ini tahapannya :

1. Petakan alat ukur di perusahaan kita. atau kita juga dapat mengambil data tersebut pada program kalibrasi yang telah dibuat (baca artikel membuat program kalibrasi). Pastikan informasi tentang akurasi dan kapasitas / rentang ukur ada karena ini akan sangat penting sekali dalam hal pembelian standar kalibrator nantinya.

2. Pilih jumlah alat ukur yang terbanyak dan dengan biaya kalibrasi eksternal yang memakan cost perusahaan. Untuk data biaya kalibrasi eksternal per unit anda dapat menggunakan data pengajuan kalibrasi eksternal terakhir kali.

3. Kalikan jumlah alat ukur yang ingin dikalibrasi internal dengan biaya per item tersebut sehingga menghasilkan biaya kalibrasi per tahun yang harus dikeluarkan perusahaan.

4. Beli standar yang akan digunakan untuk kalibrasi internal. Dalam pembelian standar tersebut pastikan tepat dalam hal akurasi dan rentang ukur. idealnya akurasi dari standar adalah 1/10 akurasi dari unit under test (UUT), namun untuk peralatan yang sangat kecil rentang ukurnya seperti low pressure kalibrator, akurasi standar 1/3 dari akurasi unit under test (UUT) dinilai sudah cukup karena akan sangat sulit mendapatkan standar dengan akurasi yang sangat kecil tersebut.

5. Pastikan budget pelatihan kalibrasi juga dimasukkan dalam pengeluaran, hal ini sangat penting tidak hanya penting untuk personel yang akan melakukan kalibrasi, namun juga buat penanggung jawab kalibrasi. Untuk membantu anda dalam hal training kalibrasi, anda dapat menghubungi kami langsung.

6. Hitung berapa tahun break even point (BEP) dari rancangan kalibrasi internal tersebut.

7. Buat proposal yang berisi rincian diatas.

Demikian artikel tentang cara merancang project kalibrasi internal di perusahaan anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silakan langsung hubungi kami.

Incoming search terms:

  • pengertian kalibrasi internal
  • uut kalibrasi
  • proposal kalibrasi
  • projek kalibrasi
  • pengajuan pembelian alat kalibrasi
  • Membuat internal working budget
  • intruksi kerja magnehelic
  • instruksi kerja pressure kalibrator
  • efeaiensi internal kalibrasi
  • cara melakukan training kalibrasi

Kalibrasi Internal vs Kalibrasi Eksternal

kalibrasi internal dan eksternalDi dalam perusahaan yang mempunyai banyak alat ukur kalibrasi dapat dilakukan secara internal ataupun eksternal dimana kesemuanya tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jika ingin melakukan kalibrasi eksternal, maka pastikan memilih laboratorium kalibrasi dengan kriteria yang dibahas pada email sebelumnya (baca : Tips memilih laboratorium kalibrasi). Berikut ini adalah kelebihan dari kalibrasi eksternal :

1. Tidak memerlukan SDM yang bertugas untuk melaksanakan kalibrasi, karena kegiatan pengerjaan dari pengambilan data sampai dengan menerbitkan sertifikat tersebut sudah dilakukan oleh pihak ketiga yaitu laboratorium kalibrasi.

Kekurangan kalibrasi eksternal :

1. Perlu cost atau biaya yang cenderung meningkat setiap tahun

2. Proses pengajuan sampai terbit Purchase Order (PO) oleh bagian purchasing terkadang memerlukan waktu yang tidak sebentar.

3. Memerlukan proses penjadwalan dari laboratorium kalibrasi untuk pengerjaan alat paling tidak minimal 1 minggu.

4. Memerlukan waktu untuk proses penyerahan sertifikat.

5. Terkadang terjadi kesalahan teknis misalnya kesalahan dalam pengetikan sertifikat

6. Tidak dapat diambil tindakan secara cepat jika alat yang dikalibrasi ternyata lepas dari standar yang telah ditentukan.

Kelebihan dari kalibrasi internal :

1. Pengerjaan / penjadwalan dapat disesuaikan dengan load atau jadwal kerja karyawan

2. Pengolahan data pengamatan dapat dilakukan pada hari itu juga sehingga jika ternyata alat yang dikalibrasi tidak memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan maka dapat langsung diambil tindakan perbaikan

3. Hemat biaya karena dilakukan sendiri oleh personel perusahaan.

4. Beban pekerjaan dari departemen purchasing juga jadi berkurang dan dapat dialihkan pada tugas lainnya.

kekurangan kalibrasi internal

1. Memerlukan biaya investasi yang agak besar pada awalnya yaitu untuk pembelian standar dan juga pelatihan.

2. Memerlukan personel khusus yang harus bertanggung jawab dalam bidang kalibrasi karena ini berkaitan dengan masalah teknis yang sering terjadi di lapangan.

Mana yang anda pilih antara kalibrasi internal vs kalibrasi eksternal tersebut ?

Incoming search terms:

  • kalibrasi internal
  • pengertian kalibrasi internal dan eksternal
  • kalibrasi internal dan eksternal
  • kalibrasi internal adalah
  • internal
  • pengertian kalibrasi eksternal
  • kalibrasi eksternal
  • kalibrasi eksternal dan internal
  • apa itu kalibrasi internal
  • Kalibrasi intern dan ekstern