Kalibrasi dalam Sistem Manajemen

kalibrasi dalam sistem manajemenKalibrasi, percaya atau tidak setiap ada audit sistem manajemen, topik ini akan selalu ditanyakan, karena memang ada klausul tersendiri yang mempersyaratkan tentang kalibrasi. Berikut ini adalah klausul kalibrasi dalam 3 sistem manajemen yang paling banyak diterapkan di dunia industri yaitu sistem manajemen mutu ISO 9001, sistem manajemen lingkungan ISO 14001, serta sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja SMK3 atau OHSAS 18001.

Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 Klausul 7.6 ISO 9001 :

peralatan pengukuran harus :

a. Dikalibrasi / diverivikasi / keduanya pada selang waktu tertentu / sebelum digunakan, terhadap standar pengukuran yang tertelusur ke standar internasional / nasional, bila tidak ada standar yang tersedia, dasar yang dipakai untuk kalibrasi / verivikasi harus dicatat

b. Disetel / disetel ulang seperlunya

c. Memiliki indentifikasi untuk menentukan status kalibrasinya

d. Dijaga dari penyetelan yang membuat hasil pengukuran tidak sah

e. Dilindungi dari kerusakan dan penurunan mutu selama penanganan, pemeliharaan, dan penyimpanan

Perusahaan mengkaji dan mencatat validitas hasil pengukuran sebelumnya jika peralatan ditemukan tidak memenuhi persyaratan. Perusahaan juga melakukan tindakan pada peralatan dan produk manapun yang terpengaruh. Rekaman hasil kalibrasi dan verivikasi dipelihara.

Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 – Klausul 4.5.1 ISO 14001 : PEMANTAUAN DAN PENGUKURAN

a. Menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur secara teratur karakteristik kunci operasi yang dapat menimbulkan dampak lingkungan penting

b. Dokumentasi informasi untuk memantau kinerja, pengendalian operasi yang berlaku dan kesesuaian terhadap tujuan dan sasaran lingkungan

c. Memastikan bahwa alat pemantauan dan pengukuran yang digunakan telah dikalibrasi dan diverifikasi, dipelihara dan menyimpan
catatannya.

Klausul 4.5.1 OHSAS 18001 : Pemantauan dan pengukuran kinerja

Organisasi harus membuat, menerapkan dan memelihara prosedur untuk memantau dan mengukur kinerja K3 secara teratur. Prosedur ini harus dibuat untuk:

a. pengukuran kualitatif dan kuantitatif, sesuai dengan keperluan organisasi;

b. memantau perluasan yang memungkinkan tujuan K3 organisasi tercapai;

c. memantau efektivitas pengendalian­pengendalian (untuk kesehatan juga keselamatan);

d. mengukur kinerja secara proaktif untuk memantau kesesuaian dengan program manajemen K3, pengendalian dan kriteria
operasional;

e. mengukur kinerja secara reaktif untuk memantau kecelakaan, sakit penyakit, insiden (termasuk nyaris terjadi, dll.) dan   bukti catatan lain penyimpangan kinerja K3;

f) mencatat data dan hasil pemantauan dan mengukur kecukupan untuk melakukan analisis tindakan perbaikan dan pencegahan lanjutan.

Jika peralatan pemantauan digunakan untuk mengukur dan memantau kinerja, organisasi harus membuat dan memelihara prosedur   untuk kalibrasi dan pemeliharaan peralatan tersebut, sesuai keperluan. Catatan hasil kalibrasi dan pemeliharaan dan hasil harus disimpan.

Incoming search terms:

  • kalibrasi iso 9001 jika tidak ada alat kalibrasi
  • kalibrasi manajemen mutu
  • alat ukur untuk pengendali operasi
  • kalibrasi alat iso 9001
  • iso 14001 harus menggunakan peralatan yang dikalibrasi
  • standarisasi pengkalibrasian alat ukur mekanik otomotif menurut iso 9001: 2015
  • audit tentang kalibrasi
  • apakah semua alat ukur harus dikalibrasi iso 9001
  • alat untuk memantau dan mengukur organisasi
  • alat ukur dalam iso

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *