Tips Membeli Alat Ukur

tips-membeli-alat-ukurMembeli sebuah alat ukur merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah, Ada beberapa hal yang sering menjadi pertimbangan dalam melakukan pembelian alat ukur tersebut antara lain spesifikasi, budget, serta after sales. Semua hal tersebut meskipun sudah tertuang di dalam dokumen design kualifikasi (DQ), namun terkadang masalah masih tetap saja muncul. Berikut ini adalah Tips dalam membeli alat ukur :

1. Pastikan penawaran yang diberikan oleh suplier sesuai dengan alat ukur yang anda butuhkan / perlukan baik dari sisi akurasi, resolusi, dan lain-lain.

2. Tanyakan kepada suplier apakah pembelian tersebut sudah termasuk dengan sertifikat kalibrasi alat bersangkutan. Jika ya, apakah pekerjaan kalibrasi tersebut dilakukan oleh laboratorium kalibrasi dalam negeri yang telah terakreditasi atau berasal dari principle alat bersangkut. Hal ini penting karena terkadang suplier alat ukur memberikan bahwa pembelian termasuk dengan sertifikat kalibrasi dari principle namun setelah barang yang diterima yang kita terima adalah sertifikat conformance. Hal ini agak sedikit berbeda karena di dalam sertifikat conformance tersebut biasanya tidak mengikutkan nilai ketidakpastian pengukurannya atau nilai uncertaintynya. Hal ini tentunya akan menjadi masalah jika ternyata alat ukur yang kita beli tersebut adalah standar, karena nilai ketidakpastian tersebut akan kita gunakan dalam perhitungan kalibrasi alat ukur lainnya. Sehingga akibatnya kita harus melakukan kalibrasi lagi dan tentunya harus mengeluarkan biaya lagi. Dan tentunya hal ini akan menjadi pertanyaan management.

3. Tanyakan kepada suplier mengenai tahun perakitan alat Serta ketersedian spare part, hal ini untuk memastikan bahwa di kemudian hari kita tidak akan mengalami kesulitan jika terjadi masalah pada alat yang kita beli.

4. Untuk pembelian standar alat ukur dengan akurasi yang tinggi, tanyakan kepada suplier apakah ada laboratorium kalibrasi yang mampu untuk melakukan kalibrasi standar alat ukur tersebut. Pernah terjadi kasus dimana perusahaan membeli suatu standar alat ukur dengan akurasi yang tinggi namun pada saat melakukan kalibrasi ulang terhadap standar alat ukur tersebut mereka mengalami kesulitan.

5. Untuk alat-alat yang modelnya dicustomise atau dimodifikasi, pastikan ruang lingkup pekerjaan dari suplier sejauh mana, Minta kepada suplier tersebut untuk menuliskan secara detil di lingkup penawaran. Hal ini penting karena pembelian alat ukur tidak hanya melibatkan user dan suplier, namun juga dengan departemen pembelian (purchasing), Dengan adanya informasi yang lengkap atau detil maka diharapkan tidak ada kesalahpahaman informasi antara user, purchasing, dan suplier.

Semoga Bermanfaat.

Incoming search terms:

  • alat ukur membelu barang
  • hal penting alat ukur
  • hal penting dalam alat ukur
  • hal penting saat kalibrasi
  • membeli alat ukur
  • pertanyaan auditor kalibrasi barang
  • yang sering terjadi kesulitan pada kalibrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *